Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-06 01:30:44【Resep Pembaca】063 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(86)
Artikel Terkait
- CP Group Thailand yakin pada pasar China yang luas dan terbuka
- Makanan dan minuman sehat yang bisa membantu menambah tinggi badan
- Mematri gerakan energi lestari dari sekolah berdikari
- Siasat bersihkan rumah terdampak banjir dari kuman penyebab penyakit
- Mematri gerakan energi lestari dari sekolah berdikari
- Kapolda: 80 persen SPPG sudah terbentuk di Aceh, guna dukung MBG
- BGN bilang Bali masih butuh banyak SPPG untuk layani MBG
- Suasana ceria di SMPN 2 Maos saat Makan Bergizi Gratis tiba
- Menteri PPPA prioritaskan perlindungan anak dalam insiden di SMAN 72
- Dari PPKD Jaksel menuju ke Negeri Sakura
Resep Populer
Rekomendasi

Wamen Kabinet Merah Putih dukung ajang JMFW 2026

Pemkot Pekalongan ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG

SPPG Tanbu perketat pengawasan kualitas MBG sebelum didistribusikan

BPS: Implementasi program MBG topang kinerja ekonomi triwulan III

Rekomendasi tanaman hias daun lebar yang bikin rumah lebih hidup

BGN bilang Bali masih butuh banyak SPPG untuk layani MBG

Kiat menghindari penyakit semasa banjir

BNPB utamakan perbaikan tanggul jebol di Bekasi, cegah banjir susulan